Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

Membentuk Karakter Anak

Membentuk karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak, akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Dengan begitu, fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal. Untuk itu, ia melihat tiga pihak yang mempunyai peran penting. Yakni, keluarga, sekolah, dan komunitas.
Dalam pembentukan karakter, ada tiga hal yang berlangsung secarater integrasi.
Pertama, anak mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan apa yang harus diambil, mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik.
Kedua, mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan.
Ketiga, anak mampu melakukan kebajikan, dan terbiasa melakukannya. Lewat proses itu, ada sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. Dimulai dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian, kejujuran, hormat dan santun, kasi sayang, kepedulian, dan kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan persatuan. Karakter baik ini harus dipelihara.
Lingkungan ini mengitari manusia sejak manusia dilahirkan sampai dengan meninggalnya. Antara lingkungan dan manusia ada pengaruh yang timbal balik, artinya lingkungan mempengaruhi manusia, dan sebaliknya, manusia juga mempengaruhi lingkungan di sekitarnya.

Upaya Mengembangkan Karakter Peserta Didik

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memberikan bimbingan pada anak didik, yaitu :
A.           Berusaha mengerti pribadi individu
Setiap pribadi adalah unik dan kompleks.Masing-masing individu memiliki ciri yang unik. Dengan memahami pribadi masing-masing individu pendidik akan memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan dari peserta didik sehingga pendidik akan lebih mudah memberikan bimbingan dan arahan serta nasihat.
B.            Mencari sebab-sebab timbulnya permasalahan karakter peserta didik.
Dengan mencari penyebab terjadinya permasalahan karakter, pendidik akan lebih mudah mencari penyelesaian.
C.           Menanamkan nilai-nilai spiritual dan nilai-nilai keagamaan
Nilai spiritual dan nilai keagamaan akan menjadi guidence dalam kehidupan peserta didik. Dengan memahami nilai spiritual keagamaan peserta didik akan memiliki kehidupan yang lebih tenang dan ketahanan pribadi dalam menghadapi permsalahan dan cobaan hidup.
D.           Pendidik menjadi teladan bagi peserta didik
Sifat asasi manusia adalah peniru. Karakter peserta didik akan lebih mudah dibentuk apabila sudah ada contoh (model) dari orang disekelilingnya. Orang tua maupun guru harus dapat menjadi model karakter pribadi yang baik bagi peserta didik.
E.            Melatih  kebiasaaan – kebiasaan positif baik di sekolah maupun dirumah.
Contoh kebiasaan positif diantaranya adalah mengatur waktu, mengikuti aturan sekolah dengan sadar, membina hubungan baik dengan sesama teman, mengerjakan tugas dan pekerjaan secara mandiri, dll.
F.            Melatih cara merespon masalah dengan baik.
Menghindari sikap dan tindakan yang bermaksud menghindar atau lari dari masalah.Kemampuan memecahkan masalah adalah bekal life skill bagi kehidupan di masa datang.Untuk itu peserta didik harus memiliki sikap mental yang responsif dan responsible. Pesera didik dilatih mampu mengelola emosi dan meningkatkan daya nalar dalam memecahkan persoalan.
G.           Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan ketrampilan sesuai bakat dan minat yang dimiliki.
Sekolah dan rumah adalah tempat terdekat peserta didik untuk mengembangkan kapasitas intelektual dan bakat serta ketrampilan yang dimilki. Pengembangan penguasaan iptek dan bakat di sekolah dapat diakukan dengan program-program ekstrakurikuler maupun proses pembelajaran di dalam kelas itu sendiri. Di lain pihak, orang tua memberikan arahan yang benar bagi anak  dalam menyalurkan bakat serta minat yang dimilikinya.

Program Pembalik Kata / Kalimat Secara Rekursif

Berikut ini adalah script program pembalik kata / kalimat dengan bahasa C/C++.

Script Program:

Rencana Penyelenggaraan Pembelajaran

Rencana Penyelenggaraan Pembelajaran

Pengertian RPP
RPP atau Rencana Penyelenggaraan Pembelajaran secara praktis dapat disebut sebagai skenario pembelajaran. Dengan demikian RPP merupakan pegangan bagi guru untuk menyiapkan, menyelenggarakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan belajar dan pembelajaran.
Istilah RPP baru diperkenalkan pada akhir-akhir ini dan juga termuat di dalam Undang-Undang No: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebelum itu, dokumen tersebut dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran, Satpel (Satuan Pelajaran), kemudian Satuan Acara Pembelajaran atau SAP (Satuan Acara Perkuliahan).

Isi RPP
Pada dasarnya RPP terdiri dari empat bagian, yaitu :
·                Bagian Penjelasan Umum
Berisi tentang topik, siapa yang mengajarkan, siapa yang belajar, kapan, dan berapa lama waktu yang diperlukan.
·                Bagian Tujuan
Berisi tentang kompetensi yang akan dikuasai oleh siswa setelah terselenggaranya kegiatan belajar dan pembelajaran.
·                Bagian Pendukung
Berisi tentang tujuan dan sarana serta prasarana yang diperlukan, serta gambaran umum tentang skenario belajar dan pembelajaran yang akan diselenggarakan. Bagian ini diperlukan oleh guru dan atau teknisi untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Selain itu, perlu dijelaskan rujukan yang digunakan untuk dijadikan pedoman bagi guru dan siswa ketika akan memperoleh informasi lebih jauh tentang materi yang sedang dipelajari.
·                Bagian Utama
Berisi rincian tentang tahapan-tahapan kegiatan belajar dan pembelajaran berikut waktu dan metode yang digunakan. Semakin rinci isi bagian ini semakin baik karena kegiatan belajar dan pembelajaran lebih terarah. Akah tetapi, dalam penerapannya kelak, guru harus berimprovisasi sesuai dengan dinamika situasi dan kondisi nyata di kelas.

Rujukan Utama Menyusun RPP
Sesuai dengan maksud dan tujuan dibuatnya RPP, setidaknya ada empat dokumen yang harus dijadikan rujukan utama, yaitu :
·                Standar Kompetensi Lulusan atau SKL
Digunakan sebagai rujukan dalam merumuskan tujuan pembelajaran serta evaluasi hasil belajar dan pembelajaran yang dicapai siswa.
·                Standar Isi
Digunakan sebagai rujukan dalam merumuskan ruang lingkup serta kedalaman materi yang akan dibahas dalam kegiatan belajar dan pembelajaran yang sedang dirancang.
·                Standar Sarana
Digunakan dalam merumuskan teknologi pendidikan yang digunakan dalam belajar dan pembelajaran termasuk peralatan media dan atau peralatan praktik.
·                Standar Proses
Menjadi rujukan dalam merancang model dan metode yang melibatkan siswa dalam kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa belajar dan pembelajaran.

Manfaat Dibuatnya RPP
Setidaknya ada tiga manfaat yang dapat diperoleh dari dibuatnya RPP :
·                Belajar dan Pembelajaran diselenggarakan secara terencana sesuai dengan isi kurikulum.
·                Ketika seorang guru karena satu dan lain alasan tidak dapat hadir melaksanakan tugas mengajarnya, guru lain yang menggantikannya dapat menggunakan RPP yang telah disusun. Dengan demikian, dapat dijamin bahwa tidak terjadi perbedaan yang prinsip dalam kegiatan belajar dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru pengganti. Ketika kemudian guru yang mengampu mata pelajaran tersebut dapat kembali mengajar, ia dapat melanjutkan ke topik berikutnya dengan meluangkan waktu hanya sedikit guna merangkum isi materi yang disampaikan oleh guru pengganti.
·                Secara manajerial, dokumen RPP merupakan portofolio atau bukti fisik pelaksanaan kegiatan belajar dan pembelajaran yang di antaranya dapat digunakan untuk :
·                Bahan pertimbangan dalam sertifikasi guru.
·                Penghitungan angka kredit jabatan fungsional guru.
·                Informasi dalam supervisi kelas oleh kepala sekolah dan atau pengawas.
·                Bahan rujukan dan atau kajian bagi guru yang bersangkutan dalam mengembangkan belajar dan pembelajaran topik yang sama di tahun berikutnya.

Bagian-bagian dari RPP
Sesuai dengan tahapan praktik mengajar, pada dasarnya RPP terdiri dari 3 bagian atau tahapan yaitu :
·                Pembukaan
Tahapan di mana guru menyiapkan kelas memasuki suasana belajar dan pembelajaran. Ini dapat dilaksanakan dengan melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini :
·                Menyampaikan salam sebagai bagian dari upaya membangun hubungan hangat dengan siswa yang berdampak kepada terciptanya iklim belajar yang menyenangkan.
·                Memperkenalkan diri jika ketika itu merupakan awal guru mengajar di kelas tersebut.
·                Mengenal siswa dengan membacakan absensi jika ketika itu merupakan awal guru mengajar di kelas tersebut.
·                Menjelaskan judul atau topik materi yang akan diajarkan dalam sesi tersebut.
·                Menjelaskan tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus.
·                Menyampaikan deskripsi sajian yang berisi yang berisi ruang lingkup materi dan kegiatan belajar dan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
·                Waktu yang digunakan untuk pembukaan ini tidak boleh melebihi 10% dari seluruh waktu yang dialokasikan untuk sesi tersebut. Jika diberi waktu mengajar selama 2 jam mata pelajaran atau 2 x 45 menit = 90 menit, maka waktu pembukaan selama 5 - 9 menit sudah mencukupi.
·                Pengembangan
Tahapan inti dalam nama sub-sub topik disajikan dengan menggunakan berbagai metode dan model pembelajaran yang telah dirancang di dalam RPP. Dalam tahapan ini disarankan agar :
·                Diterapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa
·                Memperbanyak dialog atau tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana materi telah dikuasai dan koreksi segera yang harus dilakukan oleh guru.
·                Memperhatikan variasi suara; volume, intonasi, dan kecepatan, bahasa tubuh, kontak mata, ekspresi, pemberian contoh, dan ilustrasi untuk mempertahankan konsentrasi dan ketertarikan siswa terhadap materi yang disajikan.
·                Sisipkan "Aha Factor" atau faktor kejutan misalnya dengan membawa pengalaman nyata ke dalam materi yang diajarkan, yang membuat siswa tertarik dan merasa adanya perbedaan positif dalam acara mengajar dan isi materi yang disampaikan.
·                Upayakan menggunakan berbagai variasi metode pembelajaran seperti peragaan, bermain peran, diskusi, atau kegiatan di luar ruangan.
·                Penutup
Tahapan ini merupakan tahap akhir dari sesi. Oleh karena itu, tahap ini digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar dan tindak lanjut yang harus dilakukan. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan untuk menutup sesi ialah :
·                Melalui tanya-jawab guru bersama siswa membuat rangkuman atau kesimpulan dari isi belajardan pembelajaran dalam sesi yang telah dilaksanakan.
·                Guru memberikan tugas tambahan untuk memperkaya pemahaman siswa tentang topik yang dipelajari hari itu.
·                Menyampaikan ucapan terima kasih kepada siswa atas perhatian dan partisipasi aktif mereka dalam pembelajaran hati itu. Ini sangat bermanfaat dalam membangun hubungan positif di antara guru dan sekaligus menjadi motivasi ekstrinsik bagi siswa.

Berbagai Model RPP
Ketika pengelolaan sistem pendidikan nasional di Indonesia masih bersifat sentralistis, RPP yang ketika itu disebut dengan Satuan pelajaran atau Satuan Acara Pembelajaran terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun dengan menggunakan format yang seragam nasional. Sekalipun demikian, beberapa lembaga pelatihan dan pendidikan tinggi ketika itu telah mengembangkan berbagai model yang berlaku di lembaganya sendiri.
Setelah diterapkannya desentralisasi sebagai kewenangan dalam pengelolaan sistem pendidikan nasional ke tingkat Kabupaten/Kota, beberapa Kabupaten/Kota telah mengembangkan sendiri model RPP untuk digunakan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Akan tetapi, satu hal yang perlu dicatat, bahwa sekalipun terdapat berbagai model RPP, namun pada hakekatnya semua disusun untuk dijadikan pedoman bagi pengajar dalam menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran agar terarah dan sesuai dengan ketentuan yang termuat di dalam kurikulum.

Memory Card

Memory Card

Pengertian Memory Card
Kartu memori atau memory card adalah sebuat alat penyimpan data digital seperti gambar digital, berkas digital, suara digital dan video digital pada sebuah gadget seperti kamera digital, PDA dan Handphone. Kartu memori biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan standard bit digital yaitu 16MB, 32MB, 64MB, 128MB, 256MB dan seterusnya kelipatan dua.

Jenis-Jenis Memory Card.
·                Memory Stick
Memory Stick merupakan format kartu flash memori yang diperkenalkan oleh Sony pada Oktober 1998. Saat ini yang termasuk dalam keluarga ini adalah Memory Stick Pro, merupakan perbaikan dari versi sebelumnya dengan kapasitas yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi, dan Memory Stick Duo, versi kecil dari Memory Stick. Umumnya yang menggunakan memori jenis ini adalah ponsel-ponsel buatan Sony Ericcson seperti S700i atau K750i. Dapat dimaklumi karena Memory Stick memang trademark milik Sony. Akhir-akhir ini baru terdengar kalau Sandisk juga telah mendapat lisensi untuk membuat Memory Stick. Ukuran Memory Stick hampir mirip dengan ukuran permen karet Lotte. Karena kebutuhan kapasitas memori yang semakin besar, Sony kemudian membuat perbaikan dari Memory Stick yaitu Memory Stick Select. Memory Stick Select memiliki dua hingga empat partisipasi terpisah. Akan tetapi Memory Stick Select ini tak bertahan lama karena kurang populer.
Jenis Memory Stick
·                Memory Stick Pro
Merupakan jawaban Sony atas kartu memori berkapasitas besar. Memory Stick Pro memiliki kecepatan transfer data yang tinggi dan secara teori mampu mencapai kapasitas 32 GB. Terakhir pada Juni 2005, Sony meluncurkan Memory Stick Duo dengan kapasitas tinggi 4 GB. Memory Stick Pro berkecepatan tinggi kini juga tersedia dipasaran untuk mendukung ponsel atau perangkat terbaru yang memiliki kemampuan high speed transfer data. Memory Stick duo yang sering dibandingkan dengan format secure digital dirancang dengan ukuran lebih kecil sehingga pas untuk ponsel dan kamera digital. Memory Stick Duo hadir di pasaran bersama-sama saudaranya Memory Stick Pro, dengan variasi kapasitas yang bermacam-macam.
·                Sony Memory Stick Micro (M2)
Memory Stick Micro (M2) terbaru Sony menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar agar pemindahan data menjadi lebih mudah dan leluasa. Image Alt Sony Indonesia memperbanyak jajaran media Memory Stick Micro (M2) dengan memperkenalkan model berkapasitas penyimpanan 8GB. M2 8GB terbaru ini memungkinkan kita untuk menikmati lebih banyak lagu, foto, video, dan data pribadi. Pencinta lagu dapat menyimpan hingga 2000 lagu dalam format MP3, dan hingga 11 ribu lebih foto berukuran 3 megapixel jika digunakan pada kamera digital.
Supaya gampang melakukan pemindahan data, M2 telah dipasangkan dengan sebuah adaptor USB yang berfungsi layaknya sebuah alat penyimpanan data USB normal agar perpindahan data dari telepon genggam ke PC menjadi lebih mudah.
Sebagai tambahan, M2 sanggup bertahan dalam beragam kondisi perubahan suhu mulai dari -25°C hingga +85°C. Dengan begitu data penggunanya tetap aman dalam kondisi apapun. M2 terbaru udah ada di pasaran Indonesia dan dapat dibeli dalam paket yang menyertakan adaptor USB, atau dalam bentuk satuan.
·                Multi Media Card
Multimedia Card atau MMC merupakan kartu memori standar. Diluncurkan pertama kali pada tahun 1997 oleh Siemens dan Sandisk. Berbasis memori flash NAND Thosiba dan berukuran lebih kecil dari kartu memori pendahulunya, Compact Flash (yang berbasis NOR Intel) MMC standar berukuran 24 mm x 32 mm x 1,5 mm. MMC menggunakan koneksi antarmuka sebesar 1bit, akan tetapi versi terbarunya dapat menstransfer data 4 hingga 8 bit dalam saat yang sama. Meski memiliki kekurangan dibanding Secure digital (SD Card), akan tetapi MMC tetap menjadi pilihan dan digunakan secara luas, karena banyak mendukung berbagai perangkat seperti ponsel dan dapat digunakan pada slot SD card.
Jenis Multi Media Card
·                Reduced-Size Multi Media Card (RS-MMC)
Untuk memenuhi kebutuhan akan kartu penyimpanan yang lebih kompak dan kecil, ukuran MMC direduksi agar lebih kecil. MMC mini ini biasa dikenal dengan nama Reduced-Size Multi Media Card atau RS MMC, yang mulai diperkenalkan pada tahun 2004 lalu. Dengan menggunakan alat tambahan semacam adapter, RS MMC dapat digunakan pada slot MMC maupun SD card.
Saat ini yang paling banyak menggunakan RS MMC dalam produk-produknya adalah Nokia. Kebanyakan mereka menggunakan kartu ini untuk Nokia seri 60 yang bersistem operasi Symbian. RS MMC ada yang mendukung daya listrik yang rendah dan normal (1,8 volt dan 3 volt) untuk menghemat baterai ponsel. Karena kelebihannya itu, RS MMC jenis ini sering disebut Dual voltage reduced Size MMC dan kemungkinan akan lebih popular disebut MMC mobile.
·                Secure Digital Card
Secure digital mirip dengan MMC, banyak digunakan di berbagai perangkat mulai dari ponsel hingga kamera kamera dan komputer. Berbasis MMC, akan tetapi secara fisik dimensinya lebih tipis dan kecapatan transfer datanya lebih tinggi. Pengunci di bagian sisi digunakan untuk mencegah pembacaan dan penulisan data yang tidak diinginkan serta fungsi DRM. SD card berukuran 32mm x 24mm x 2,1mm. ada dua tipe yang saat ini beredar di pasaran yaitu yang berkecepatan normal (regular) dan yang mendukung transfer data tinggi (high speed data transfer). Beberapa kamera dan ponsel yang beradar saat ini memerlukan kartu memori dengan kemampuan transfer data yang tiggi untuk video recording, pemutar musik dan multitasking (menjalankan lebih dari satu aplikasi dalam satu waktu).
Jenis Secure Digital Card
·                MiniSD Card
Diluncurkan pertama kali oleh SanDisk Corporation di Cebit 2003. Mini SD menggabungkan Memory Stick duo dengan SD Card dalam bentuk lebih kecil. Mini SD diadopsi dari SD association sebagai bentuk mini dari kartu Secure Digital Standar. Didesain khusus untuk perangkat mobile termasuk ponsel. Dengan menggunakan mini SD adapter,Anda dapat memasukkan mini SD ini kedalam slot MMC atau SD card.
·                MicroSD
MicroSD merupakan kartu memori super kompak dengan ukuran terkecil 11 mm x 145 mm x 1mm, hampir seukuran ujung jari. Sangat kompatibel dan nyaman digunakan pada perangkat bergerak dan ponsel. Anda dapat memasukkannya ke slot SD card dengan bantuan adapter. MicroSD hadir dengan kapasitas 256 MB sampai dengan 16 GB. Selain didukung oleh vendor ponsel Motorola , kartu mini ini juga diadopsi oleh Kyocera dan Samsung. Dahulu produk ini bernama T-Flash, kemudian berubah nama menjadi TransFlash setelah itu baru secara resmi berganti nama menjadi MicroSD dan disahkan oleh SD Association.
·                XD Card
Dikembangkan oleh Olympus dan Fuji kamera untuk output produk.
·                SDHC
Atau Secure Digital High Capacity (SD 2.0) adalah ekstension dari standar SD yang mulai dihadirkan sejak Juni 2006. SDHC memungkinkan batasan kapasitas standar yang melebihi 2 GB. SDHC biasanya di format dalam bentuk file system FAT32. Ia menggunakan form factor yang sama dengan SD card biasanya. Ia menggunakan pengaksesan memory yang berbeda, yang mana memungkinkan kapasitas hingga mencapai 2TB (2048 GB). Namun asosiasi yang membentuk standar SD secara resmi, membatasi nilai maksimum dari SDHC hanya mencapai 32 GB saja.
·                MMC 4.x and secureMMC
MMC standar terbaru 4.x diluncurkan di awal tahun 2005 (MMCA system Specification 4.1) Standar terbaru MMC 4 dapat menghasilkan kinerja tinggi dibanding MMC pendahulunya (keduanya memiliki dimensi yang sama akan tetapi MMC4 memiliki lebih banyak pin). Ada juga yang berformat Reduced size layaknya RS MMC yang disebut RS-MMC4, dan dipasarkan dengan nama MMC mobile.
·                Compact Flash Card (CF Card)
Compact Flash Card (CF Card) kartu memori adalah paling banyak digunakan dalam kamera digital. Memiliki kecepatan transfer data tercepat karena-itu memiliki chip memory controller. Selain Mampu untuk menyimpan file multimedia juga dapat menyimpan kata lain data seperti file teks dan sebagainya. Ada dua ukuran CF Compact Flash Memory adalah jenis Compact Flash I dan tipe II. CF II lebih tebal (Sekitar 5 mm) dari CF I (Sekitar 3,3 mm) dan memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar juga.

Catatan
Bila dilihat sepintas, kartu memori kelihatannya bekerja dengan cara yang sama dengan memori komputer. Namun sebenarnya beda, karena memori komputer hanya bekerja ketika Anda menyalakan komputer, bila komputernya dimatikan, maka data yang ada langsung hilang. Itulah sebabnya komputer perlu harddisk. Sebaliknya, pada kartu memori, data akan tetap tersimpan selamanya, sepanjang Anda belum menghapusnya.

Clipper, Clamper, dan Multipliers Voltage

Clipper, Clamper, dan Multipliers Voltage

Clipper
·                Digunakan untuk memotong ujung dari salah satu siklus sinyal sinus (ac).
·                Pemotongan sinyal dilakukan dengan menggunakan tegangan dc (supply dc).
·                Besarnya sinyal hasil pemotongan setara dengan besarnya tegangan dc.
Jenis Clipper
Clipper Positif
·                Clipper positif memotong sinyal sinus (ac) pada bagian siklus positif
·                Cara kerja: saat ½ siklus sinyal(positif), arus akan mengalir melalui R dan diode, tetapi akan terhambat oleh sumber tegangan (power supply dc) jika harga tegangan dc > tegangan sinyal ac. Akibatnya, arus akan berhenti mengalir dan seolah-olah rangkaian bersifat terbuka. Karena bersifat terbuka, maka harga tegangan pengukuran pada titik keluaran akan sama dengan tegangan dc. Arus akan kembali mengalir jika harga tegangan sinyal > tegangan dc. Karena arus mengalir, maka seolah-olah rangkaian bersifat tertutup (short), sehingga jika diukur dengan alat ukur tegangan, tidak akan terlihat.
Clipper Negatif
·                Diukur dengan alat ukur tegangan, tidak akan terlihat.
·                Clipper negatif memotong sinyal sinus (ac) pada bagian siklus negatif
·                Cara kerja: saat ½ siklus sinyal(negatif), arus akan mengalir melalui R dan diode, tetapi akan terhambat oleh sumber tegangan (power supply dc) jika harga tegangan dc > tegangan sinyal ac. Akibatnya, arus akan berhenti mengalir dan seolah-olah rangkaian bersifat terbuka. Karena bersifat terbuka, maka harga tegangan pengukuran pada titik keluaran akan sama dengan tegangan dc. Arus akan kembali mengalir jika harga tegangan sinyal > tegangan dc. Karena arus mengalir, maka seolah-olah rangkaian bersifat tertutup(short), sehingga jika diukur dengan alat ukur tegangan, tidak akan terlihat.

Clamper
·                Digunakan untuk mengangkat/ menurunkan siklus sinyal sinus (ac).
·                Pengangkatan sinyal dilakukan dengan menggunakan Capasitor bernilai besar.
·                Besarnya tegangan pengangkatan setara dengan besarnya  tegangan puncak sinyal (kurang sedikit).
Jenis Clamper
Clamper Positif
·                Clamper positif mengangkat sinyal sinus (ac) kearah sumbu y (amplitudo) positif.
·                Cara kerja: saat ½ siklus sinyal (positif) sinyal akan melewati kapasitor (denganXC=1/2ΠfC) sehingga kondisi diode akan terbias reverse dan arus lebih memilih melalui R, sehingga muncul tegangan drop di R. Saat ½ siklus sinyal (negatif), sinyal akan lebih memilih melewati diode dikarenakan RD < R, sehingga akan mengisi kapasitor sebesar tegangan puncak sinyal. Saat½ siklus sinyal (positif) berikutnya, sinyal keluaran di R akan naik sebesar V (drop di R) + V(kapasitor) akibat kapasitor masih menyimpan muatan pada ½ siklus sinyal (negatif).
Clamper Negatif
·                Clamper negatif menurunkan sinyal sinus (ac) kearah sumbu y (amplitudo) negatif.
·                Cara kerja: saat ½ siklus sinyal (positif) sinyal akan melewati kapasitor (denganXC=1/2ΠfC) sehingga kondisi diode akan terbias forward dan arus lebih memilih melalui diode dikarenakan RD< R, sehingga akan terjadi pengisian muatan kapasitor. Saat ½ siklus sinyal (negatif), diode akan terbias reverse, sehingga sinyal akan lebih memilih melewati R, sehingga akan muncul tegangan drop di R sebesar tegangan puncak sinyal + sisa tegangan dikapasitor yang masih tersimpan akibat ½ siklus sinyal (positif) sebelumnya (-V (½ siklus sinyal negatif) – V (kapasitor)).

Multipliers Voltage
Sebuah pengganda tegangan adalah sebuah sirkuit elektronik yang mengubah daya listrik AC bertegangan rendah menjadi tegangan DC yang lebih tinggi dengan menggunakan kondensator dan dioda yang dirangkai menjadi jaringan tertentu Pengganda tegangan dapat digunakan sebagai panjar tegangan dari beberapa milivolt hingga jutaan volt seperti untuk kepentingan penelitian fisika energi tinggi dan pengetesan keamanan terhadap petir. Pengganda tegangan yang paling umum adalah pengganda deret separuh gelombang, atau dikenal dengan aliran Villard (sebenarnya ditemukan oleh Heinrich Greinacher).
Pengganda tegangan atau multiplier seperti diketahui fungsi transformator untuk menaikan atau menurunkan tegangan. Jika tegangan dinaikan, maka arusnya akan menurun, sebaliknya jika tegangan diturunkan maka arus akan naik. Pengganda tegangan adalah dua atau lebih penyearah tegangan puncak (peak rectifier) yang menghasilkan tegangan sesuai dengan perkalian tegangan input puncak (2Vp, 3Vp, 4Vp) dan seterusnya, penganda tegangan dipergunakan hanya pada beban konstan dan mempunyai impedansi tinggi atau tegangan inputnya stabil.
Pengganda tegangan terdiri dari :
·                Voltage doubler untuk menaikan tegangan input sebesar 2x.
·                Voltage tripler untuk menaikan tegangan input sebesar 3x.
·                Quadrupler untuk menaikan tegangan input sebesar 4x.

Konsep dan Sejarah Demokrasi dalam Islam

Demokrasi terlahir di Yunani dan berkembang pesar di Eropa atau belahan bumi bagian utara, sementara Islam lahir di Arab dan berkembang pesar di wilayah selatan.
Demokrasi merupakan produk akal sedangkan Islam adalah wahyu yang difirmankan kepada Rasulullah SAW.
Fakta Sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW dan Khulafa’ al-Rasyidin tidak menyebutkan atau berlandaskan pada demokrasi.
Pertemuan Islam dan Demokrasi merupakan pertemuan peradaban, ideologi, dan latar belakang sejarah yang jauh berbeda.

Polinomial Linked List

Salah satu bentuk struktur data yang berisi kumpulan data yang tersusun secara sekuensial, saling bersambungan, dinamis dan terbatas adalah senarai berkait (linked list). Suatu senarai berkait (linked list) adalah suatu simpul (node) yang dikaitkan dengan simpul yang lain dalam suatu urutan tertentu. Suatu simpul dapat berbentuk suatu struktur atau class. Simpul harus mempunyai satu atau lebih elemen struktur atau class yang berisi data.
Secara teori, link list adalah sejumlah node yang dihubungkan secara linier dengan bantuan pointer. Dikatakan single linked apabila hanya ada satu pointer yang menghubungkan setiap node.
Perhitungan aritmetika polinomial dengan menggunakan komputer akan menjamin kecepatan dan ketepatan hasil yang diperoleh, dengan terlebih dahuhr-mendefinisikan suatu Tipe Data abstrak (TDA) Polinomial. Pemilihan struktur data yang tepat untuk menyajikan polinomial dimaksudkan agar diperoleh suatu program yang baik, yaitu dengan menggunakan linked list.
Dalam linked list setiap suku dari polinomial adalah suatu simpul yang berupa record yang terdiri atas field koefisien, pangkat dan pointer yang menunjuk ke simpul (suku) berikutnya. Implementasi TDA Polinomial dilakukan dengan cara menyajikan polinomial dengan linked list dan mengkodekan setiap operasi yang didefinisikan dalam TDA Polinomial ke dalam program dalam bentuk prosedur atau fungsi.
Header link list kerap kali dipergunakan untuk menyimpan polynomial dalam memory. Di sini simpul header selalu merupakan bagian penting dalam penyajian, Karena ia dibutuhkan untuk menyajikan polynomial nol.
Selain menggunakan linked list. Pertimbangkan dua polinomial f (x) dan g (x), yang dapat diwakili menggunakan linked list sebagai berikut pada Gambar. 5,22. Kedua polinomial dapat ditambahkan dengan h(x)= f(x)+ g(x)= mx 4+(a + n) x 3+ ox 2+(b + p)x +(c + q) yaitu; menambahkan konstanta dari polinomial yang sesuai dari eksponensial sama. h (x) dapat direpresentasikan sebagai pada gambar Berikut ini…..
f(x) = ax3 + bx + c
g(x) = mx4 + nx3 + ox2 + px + q




Kedua polynomial dapat ditambahkan dengan
H(x) = f(x) + g(x) = ax3 + bx + c + mx4 + nx3 + ox2 + px + q
= mx4 + (a + n) x3 + ox2 +(b + p)x + (c +q)
Yaitu menambahkan konstanta dari polynomial yang sesuai dari eksponensial sama.
Hasil dari H(x) dapat di jabarkan seperti gambar berikut:

Organisasi Pendidikan sebagai Organisasi Sektor Publik

Organisasi sektor publik merupakan sebuah entitas ekonomi yang memiliki keunikan tersendiri dan memiliki sumber daya yang tidak kecil bahkan bisa dikaitkan besar. Organisasi tersebut melakukan transaksi ekonomi dan keuangan tetapi bukan untuk mencari laba seperti halnya entitas ekonomi yang lain (perusahaan) yang mencari laba, (Deddi Nordiawan).
Sementara tujuan organisasi nirlaba menurut Henke O. Emerson (1991:4) adalah untuk layanan-layanan sosial tanpa maksud mengambil keuntungan. Organisasi seperti ini tanpa kepemilikan sahan yang dapat dijual atau diperdagangkan oleh perorangan adapun kelebihan pendapatan digunakan untuk meningkatkan kemampuan layanan dari organisasi. Sumber pembiayaan setidaknya dari pajak dan atau bantuan dari orang yang lainnya. Layanan organisasi didistribusikan atas dasar kebutuhan bukan atas permintaan. Contoh dari organisasi nirlaba ini adalah: lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga kesehatan dan kesejahteraan lainnya, tempat ibadah, dan yayasan.
Kelompok organisasi nirlaba ini adalah: (a) Organisasi nirlaba publik (Publik nonprofit organization) dan (b) Organisasi nirlaba swasta (private nonprofit enterprise units).
Organisasi nirlaba publik (Publik nonprofit organization) diciptakan oleh komunitas formal dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka memiliki sanksi hukum yang membolehkan mereka untuk menarik pajak bagi sumber organisasinya contohnya lembaga-lembaga di pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten/kota.Organisasi ini dipimpin oleh wakil (petugas) yang terpilih yang diharapkan dapat bertindak atas kepentingan dari warga dalam komunitas. Pimpinan tadi secara operasional memiliki akuntabilitas kepada pihak yang memilihnya (konstituen). Akuntansi dan laporan sangat penting dalam lembagai seperti ini.
Organisasi nirlaba swasta (private nonprofit enterprise units) diciptakan oleh kelompok orang yang memiliki perhatian pada jenis layanan tertentu, seperti pendidikan dan kesehatan di dalam masyarakat yang diselenggarakan atas dasar nirlaba. Lembaga ini pada umumnya diberi izin oleh pemerintah tetapi tidak memiliki kewenangan untuk menarik pajak sebagai sumber lembaganya. Sedangkan sumber lembaga berasal dari bantuan sukarela untuk sebagian atau seluruh sumber lembaganya.
Ciri-ciri organisasi sektor publik adalah sebagai berikut:
Ø             Dijalankan tidak untuk mencara keuntungan finansial.
Ø             Dimiliki secara kolektif oleh publik.
Ø             Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjualbelikan.
Ø             Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasional didasarkan pada konsensus.

Pandangan Islam tentang Demokrasi

Pada Demokrasi, keputusan apapun sepenuhnya berada di tangan rakyat, bukan di tangan pemimpin. Uraian tersebut menunjukkan, peran masyarakat luas dalam memutuskan kebijakan-kebijakan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan mereka. Dalam hal ini, Islam menganjurkan agar dilakukan musyawarah, dengan memberikan hak yang sama bagi setiap individu. Rakyat mempunyai kedaulatan untuk menentukan cita-cita dan harapan mereka.
Sistem demokrasi dipandang sebagai suatu sistem politik yang lebih dekat dengan Islam dibanding dengan liberalisme atau otokrasi.
Islam menginginkan demokrasi yang disemangati oleh nilai-nilai syariat, kemanusiaan, dan kemasyarakatan. Dengan kata lain bahwa demokrasi dalam Islam bukan semata-mata suara rakyat, tetapi suara rakyat yang sesuai dengan aturan agama itulah yang diterima.
Kesimpulannya, yang diinginkan dalam islam adalah "demokrasi plus", yaitu demokrasi yang tetap menjunjung kebenaran agama dan aspirasi rakyat terbanyak.

Kurikulum Pendidikan Kejuruan

A.           Pengertian
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang menghubungkan, menjodohkan, melatih manusia agar memiliki kebiasaan bekerja untuk dapat memasuki dan berkembang pada dunia kerja (industri), sehingga dapat dipergunakan untuk memperbaiki kehidupannya.

B.            Tujuan
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, struktur kurikulum pendidikan kejuruan adalah sebagai berikut :
Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan keterampilan, mereka harus memiliki stamina yang tinggi, menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri.
Tujuan Pendidikan Kejuruan adalah mempersiapkan perserta didik sebagai calon tenaga kerja dan mengembangkan eksistensi peserta didik, untuk kepentingan peserta didik, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam SK Mendikbud No 049074U1990, tujuan pendidikan SMK diuraikan : 
·                Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
·                Meningkatkan kemamapuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan sekitar.
·                Meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan pengembangan ilmu, teknologi, dan kesenian.
·                Menyiapkan siswa memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional.

C.           Sasaran
Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), pengembangan diri bagi peserta didik SMK/MAK terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.

D.           Pihak Pengembang Kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.
Namun Setiap guru bertanggung jawab melakukan perubahan-perubahan yang harus direncanakan melalui proses yang logis rasional dan valid dengan senantiasa berusaha merelevansikan pendidikan yang diberikannya dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab ini pada gilirannya menuntut tingkat pengetahuan, keterampilan dan pengalaman agar mampu mengembangkan kurikulum secara terus menerus. Dalam rangka inilah maka setiap guru perlu mengalami pendidikan guru, mengikuti kegiatan pengembangan staf dan program inservice training. Konsep ini berlandaskan pada asumsi bahwa guru memiliki hak untuk memutuskan sendiri apa-aga yang akan diajarkannya dan bagaimana cara mengajarkannya. Namun demikian tetap dalam pola kurikulum yang telah digariskan sebagai frame of reference.

E.            Perkembangan Kurikulum Pendidikan Kejuruan di Indonesia
Berikut ini adalah beberapa Kurikulum Pendidikan Kejuruan yang pernah digunakan di Indonesia. Warna dan ciri khas tiap kurikulum menunjukkan kurikulum berusaha menghadirkan sosok peserta didik yang paling pas dengan perkembangan jaman saat itu.
1.             Kurikulum Pendidikan Kejuruan 1984
a.             Latar Belakang
Kurikulum Edisi 1984 disebutkan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan kejuruan karena merupakan langkah awal pengkajian terhadap kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, dimana kurikulum ini dikembangkan bermula dari data-data empirik yang diperoleh dari pelaksanaan kurikulum pendidikan menengah kejuruan sejak 1981 yang meliputi :
·               Ditemukannya sejumlah unsur baru dalam GBHN 1983 yang perlu ditampung dalam kurikulum yang bersumber dari nilai dasar, yaitu Pancasila dan UUD 1945. Hal-hal yang  berkaitan dengan inovasi peningkatan pendidikan kejuruan dapat dilihat  dalam  GBHN 1983 sebagai berikut: “Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat sekaligus meningkatkan produktivitas, kreativitas, mutu dan efisiensi kerja. Dalam hubungan ini, berbagai tingkat dan jenis pendidikan dan pelatihan kejuruan serta politeknik perlu lebih diperluas dan ditingkatkan mutunya dalam rangka mempercepat dipenuhinya kebutuhan tenaga yang cakap dan terampil bagi pembangunan di berbagai bidang.”
·               Adanya kesenjangan program pendidikan baik dengan kebutuhan anak didik maupun dengan lapangan kerja.
·               Terlalu saratnya materi kurikulum yang harus diberikan
·               Kurikulum 1976/1977 tidak dirancang untuk memungkinkan siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Suwarna, 2002:131).
Untuk merealisasikan harapan tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan keputusan Nomor 0289a/U/1985 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Pertama SMKTP) dan Nomor 0289b/U/1985 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Atas (SMKTA) sebagai kurikulum penggantinya. Yang lebih mendasar adalah dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nomor 0461/U/1983 yang berisi penyederhanaan organisasi kurikulum, dimana kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Atas disusun dengan mengacu pada kumpulan jabatan tingkat menengah yang ada dan yang diperkirakan akan diperlukan oleh masyarakat.
b.             Tujuan Pendidikan
Tujuan utama kurikulum SMK 1984 adalah menyiapkan siswa menjadi tenaga siap kerja dengan memberikan peluang yang luas untuk mengembangkan dirinya (memberi peluang kepada siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi)
c.             Pengorganisasian Materi
Dalam organisasi program pendidikan SMK  dikenal sebutan program  studi yang dikelompokkan menjadi program inti dan program pilihan. Program inti merupakan program yang wajib diikuti oleh semua siswa yang mengacu pada pencapaian tujuan nasional, perubahan nilai dan tata hidup dalam masyarakat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, pengetahuan dan kemampuan kejuruan dan sikap yang sesuai. Program inti ini mencakup Mata Pelajaran Dasar Umum (MPDU) dan Mata Pelajaran Dasar Kejuruan (MPDK). MPDU meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti oleh semua kelompok pada SMKTA. MPDK bertujuan untuk memberikan bekal dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk mendasari program pilihan, terdiri atas sejumlah mata pelajaran dasar yang wajib diikuti oleh semua siswa SMKTA yang serumpun. Rumpun adalah kumpulan program studi yang mempunyai MPDK yang sama.
Program pilihan, merupakan program yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya serta kebutuhan daerah dan pembangunan. Program pilihan yang dimaksud mengacu kepada penguasaan kejuruan dengan kompetensi khusus keilmuan, sikap-sikap profesionalisme yang disyaratkan serta membuka kemungkinan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Program pilihan dituangkan dalam Mata Pelajaran Kejuruan (MPK). Implementasi kedua program tersebut adalah :
·               SMKTA: Program Inti 60% (MPDU 30% dan MPDK 30% dan Program Pilihan 40%)
·               SMKTP: Program inti 70% dan program pilihan 30%
d.            Strategi Pembelajaran
Konsep implementasi kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip :
·               Prinsip relevansi, dimana kurikulum dikembangkan dengan mempertimbangkan tuntutan kebutuhan siswa baik secara umum maupun perorangan sesuai dengan minat dan bakat siswa serta kebutuhan lingkungan.
·               Prinsip pengembangan, dimana kurikulum dikembangkan secara bertahap dan terus menerus dengan jalan mengadakan perbaikan/pemantapan dengan pengembangan lebih lanjut yang bersifat progresip.
·               Prinsip pendidikan seumur hidup, dimana kurikulum dirancang untuk membuka kemungkinan pengembangan pendidikan seumur hidup (tak mengenal batas usia)
·               Prinsip keluwesan/fleksibel, yaitu kurikulum dikembangkan dengan mempertimbangkan fleksibel dalam pelaksanaannya/implementasinya.
e.             Teknik Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi yang serempak dilaksanakan per semester, dimana masih lebih menekankan pada evaluasi terhadap tingkat penguasaan pengetahuan, prinsip dan konsep-konsep. Penilaian terhadap penguasaan keterampilan masih bersifat sebagai unsur penunjang. Penilaian terhadap praktek biasanya dilakukan pada semester ke 5 atau semester 1 di tingkat 3.
f.              Proses Pembelajaran
·               Pelaksanaan PBM terdiri atas kegiatan intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler
·               Pelajaran teori diintegrasikan ke dalam pelajaran praktek untuk mata pelajaran yang sama
·               Tahun pertama merupakan tahun bersama ( belum dijuruskan)
·               Menerapkan sistem kredit semester
·               Mulai dilaksanakannya bimbingan karir (BK)
·               Mulai diimplementasikannya mata pelajaran PSPB dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran per minggu
·               Keterpaduan teori dan praktek dalam pelaksanaan dengan bobot praktek kejuruan sekitar 40% dari keseluruhan program pendidikan
·               Susunan dengan pola program inti dan  program  pilihan  dengan porsi 60% : 40%
·               Unit Produksi Sekolah (sebagai sarana kerjasama sekolah dengan dunia usaha/industri) dijadikan tempat praktek guru dan siswa dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya, karena unit produksi dapat dikembangkan secara bisnis menyerupai sebuah usaha/industri yang menghasilkan dana untuk membantu praktek siswa.
g.             Hambatan dalam pengimplementasian kurikulum
·               Pola penyelenggaraan proses belajar mengajar dilakukan di sekolah, sehingga materi kejuruan yang diberikan tidak jarang bertentangan atau tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang ada di dunia industri.
·               Karena seluruh proses pengembangan kurikulum dilakukan di tingkat pusat, sekolah sebagai pelaksana, maka kebijakan yang diberikan dari pusat cenderung berlawanan dengan kondisi di lapangan sehingga proses PBM/pendidikan tidak berjalan dengan efisien dan efektif.

2.             Kurikulum SMK 1993/1994
a.             Latar Belakang
Perubahan kurikulum ini terutama didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan untuk menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan baru dalam UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dan SK Mendikbud No. 0490/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan Pertimbangan lain yang terjadi dalam sektor ketenagakerjaan dan pembangunan, serta kecenderungan yang akan terjadi di masa depan. Kurikulum 1994 menggunakan pendekatan berbasis kompetensi, yaitu segala sesuatu ditetapkan atas dasar perimbangan pencapaian kemampuan yang harus dikuasai oleh lulusan melalui analisis jabatan yang ada di lapangan kerja.
b.             Tujuan Pendidikan
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menenegah,  Bab  1 Pasal 1 ayat 3 yang berbunyi : Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Kemudian  Bab II pasal 3 Ayat 2 mengatakan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan persiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja  serta mengembangkan sikap professional.
c.             Pengorganisasian Materi
·               GBPP Kurikulum 1994 disajikan tidak secara rinci namun dalam garis-garis besarnya saja.
·               Mata-mata pelajaran pada kelompok dasar kejuruan  seperti matematika, bahasa inggris dan IPA di beri alokasi jam tambahan.
d.            Strategi Pembelajaran
·               “Link and Macth”, merupakan salah satu kebijakan baru untuk pembangunan pendidikan yang sering diterjemahkan terkait dan sepadan. Kebijakan “Link and Macth” mengimplikasikan wawasan sumber daya manusia, wawasan masa depan, wawasan mutu dan wawasan keunggulan, wawasan profesionalisme, wawasan nilai tambah dan wawasan ekonomi dalam penyelenggaraan pendidikan khususnya pendidikan kejuruan.
·               Pendekatan dari “supply-driven” menuju  ke “demand-driven”. Pendekatan lama yang bersifat “supply-drivend” dilakukan secara sepihak oleh penyelenggaraan pendidikan kejuruan, mulai dari perencanaan , penyusunan kurikulum dan evaluasinya. Pada pendekatan “demand–driven” mengharapkan justru pihak dunia usaha,  dunia industri aatau dunia kerja yang harusnya lebih berperan dalam menentukan mendorong dan menggerakan pendidikan kejuruan sebagai yang berkepentingan dari sudut tenaga kerja.
·               Dari “School-based program” ke “dual-based program”. Perubahan dari pendidikan berbasis sekolah kependidikan berbasis ganda mengharapkan supaya program pendidikan kejuruan dilaksanakan didua tempat. Teori dan praktek dasar kejuruan dilaksanakan di sekolah , sedangkan keterampilan produktif dilaksanakan di DU/DI dengan prinsip belajar sambil bekerja (Learning by doing).
·               Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN),  yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud dan ketua umum KADIN pada tanggal 17 Oktober 1994  No. 0267a/U/1994 dan No. 84/KU/X/1994. MPKN telah secara efektif menggerakkan berbagai badan organisasi perusahaan dan Asosiasi profesi yang dibawah naungan KADIN dalam mendukung pelaksanaan PSG. MPKN bertugas melakukan standarisasi jabatan, standarisasi kompetensi dan sistem pengujian serta sertifikasi.
·               Pendidikan Sistem Ganda (PSG), merupakan suatu bentuk pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistimatis dan singkron program pendidikan disekolah dan program belajar melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relavan, terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu.
·               Dibentuknya Bursa Kerja Khusus (BKK), merupakan wadah untuk pemasaran   lulusan SMK yang merupakan salah satu ukuran utama dalam menilai    keberhasilan SMK.
e.             Teknik Evaluasi Hasil Belajar
Selain dilaksanakan evaluasi tertulis terhadap tingkat penguasaan konsep, prinsip dan pemahaman yang bersifat teoritis juga adanya uji profesi untuk mengukur tingkat penguasaan keahlian kejuruan sesuai dengan kompetensi yang ada pada kurikulum 1994, sebagai pengganti EBTANAS.
f.              Proses Pembelajaran
Pembelajaran menurut Kurikulum SMK 1994 disajikan dalam periode catur wulan, PBM dilaksanakan di sekolah dan di dunia usaha/industri, program pembelajaran  disusun bersama-sama antara sekolah dan institusi pasangan. Pola pelaksanaan kurikulum  SMK 1994 berbeda dengan kurikulum SMK 1984 dalam berbagai hal antara lain :
·               Petunjuk pelaksanaan lebih sederhana sekolah dapat melakukan improvisasi dan pengayaan di lapangan
·               Pengajaran tidak hanya mengandalkan sumber daya pendidikan sekolah tetepi di beri kesempatan memenfaatkan potensi yang ada di dunia industri dan lingkungannya
·               Adanya muatan lokal
·               Adanya keahlian kejuruan yang dipelajari di sekolah dengan keahlian profesi yang di perlukan di lapangan
·               SMK di dorong membentuk kegiatan unit produksi yang di kelola secara professional.
·               Di kembangkannya sistim magang  yang diakui sebagai bagian dari kegiatan belajar melalui praktek lapangan.
·               SMK diharapkan dapat mengembangkan program yang berorientasi pada pasar kerja.
·               SMK dilengkapi dengan bimbingan kejuruan.
·               Dibentuknya majelis penasehat sekolah yang beranggotakan seluruh pihak yang terkait dengan SMK.
g.             Hambatan Utama dalam Implementasi kurikulum
Mengingat tidak meratanya kondisi daerah dan ketersediaan DU/DI baik jumlah maupun yang bersedia menjadi institusi pasangan, maka tidak jarang pihak sekolah mengalami kesulitan untuk menetapkan jenis pekerjaan dan materi yang akan diberikan kepada peserta didik yang bisa sesuai dan diterima oleh dunia kerja. Selain itu pelaksanaan penempatan siswa yang akan melakukan praktek kerja industri sering tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki siswa.

3.             Kurikulum SMK Edisi 1999
a.             Latar Belakang
Upaya pembaharuan pendidikan harus dilakukan secara terus menerus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan ekonomi, dan perubahan dalam masyarakat. Khususnya pada pendidikan kejuruan, telah banyak upaya pembaharuan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dilakukan selama ini. Namun, berdasarkan hasil-hasil kajian, pengamatan, dan penelitian, upaya pembaharuan tersebut banyak menghadapi kendala-kendala di lapangan, yang perlu dicari alternatif pemecahannya.
Permasalahan SMK telah menjadi perhatian pemerintah, masyarakat dan dunia industri paling tidak sejak periode 1990-an sampai sekarang, adalah sama yaitu menyangkut hal: masa tunggu kerja tamatan, tingkat pengangguran yang tinggi, mutu lulusan SMK, sistem kompetensi dan sertifikasi. Menyadari hal tersebut, Depdikbud (sekarang Depdiknas) mengeluarkan kebijakan “link and match” melalui model pendidikan sistem ganda (PSG) dan sertifikasi dalam implementasi Kurikulum Edisi 1999.
b.             Tujuan Pendidikan
Tidak ada perubahan yang mendasar antara tujuan pendidikan pada kurikulum 1994 dengan 1999, yaitu pada Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menenegah,  Bab  1 Pasal 1 ayat 3 yang berbunyi: Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Kemudian  Bab II pasal 3 Ayat 2 mengatakan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan persiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja  serta mengembangkan sikap professional.
c.             Pengorganisasian Materi
·               Kurikulum SMK Edisi 1999 disusun oleh sekolah bersama-sama dengan industri dan elemen masyarakat lain yang tergabung dalam Majelis Sekolah. Sehingga sekolah mempunyai peluang yang besar dalam mengembangkan dan melakukan inovasi kurikulum secara bebas, bertanggung jawab, dan mandiri.
·               Penyusunan Kurikulum SMK Edisi 1999 dikembangkan dengan mengaju pada beberapa prinsip, yaitu: pengelompokkan kembali program berdasarkan kesamaan akar kompetensi, tingkat keluwesan keahlian, perkutan daya adaptabilitas, standarisasi program, pentahapan pembelajaran, berbasis ganda dan kegiatan ekstra kurikuler.
·               Kurikulum SMK Edisi 1999 disusun menjadi tiga tahap, yaitu: (1) tingkat I berisi kompetensi dan bahan kajian dasar-dasar kejuruan; (2) tingkat II berisi kompetensi dan bahan kajian yang lebih fungsional; dan (3) tingkat III berisi paket-paket keahlian.
·               Pada kurikulum 1999  program pendidikan dan pelatihan terdiri dari program normatif, adaptif, dan produktif.
d.            Strategi Pembelajaran
·               Kurikulum SMK Edisi 1999 merupakan perpaduan dari dua pendekatan (kurikulum 1994 dan 1996) yaitu kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas, kuat dan mendasar (Broad Band Curriculum=BBC dan Competency Based Curriculum=CBC) sebagai upaya meningkatkan mutu tamatan SMK sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan dunia kerja.
·               Metode pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan berbasis ganda (Dual Based Program), dilaksanakan di sekolah dan di dunia industri/usaha.
·               Perkuatan kemampuan daya sesuai dengan kemandirian pengembangan diri tamatan (Depdikbud, 1999).
·               Pada kurikulum edisi 1999 tercermin adanya penambahan jam pembelajaran, baik pada pembelajaran Matematika, Kimia, Bahasa Inggris maupun pada aspek produktif. Begitu juga pada penambahan mata pelajaran atau diklat kewirausahaan.
e.             Teknik Evaluasi Hasil Belajar
Terlaksananya ujian profesi dan sertifikasi industri melalui kerja sama yang makin mantap. Dalam Kebijakan Teknis Pengembangan dan Implementasi Kurikulum SMK Edisi 1999, yang dirumuskan oleh Balitbang dan Ditjen Dikdasmen, dinyatakan: “untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK diberlakukan Uji Kompetensi di samping EBTANAS”. EBTANAS sifatnya wajib diikuti oleh seluruh siswa untuk dapat dinyatakan lulus dari SMK, sedangkan Uji Kompetensi lebih bersifat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.
f.              Proses Pembelajaran
Dalam pembelajaran aspek normatif dan adaptif ditekankan agar tidak lagi menggunakan metode dan teknik pembelajaran konvensional seperti duduk, dengar, catat, dan hapal (DDCH). Pembelajaran yang bermakna (memiliki life skill yang tinggi) hanya akan tercapai, bila tercipta “pembelajaran, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) tercipta dalam kelas. PAKEM akan terwujud bilamana metode dan pendekatan pembelajaran diterapkan antara lain:
·               Penerapan pola CBSA melalaui pendekatan proses.
·               Pendekatan Quantum Teaching dan Quantum Learning.
·               Begitu pula dalam pembelajaran produktif agar dihasilkan efisiensi dan efektif, sesuai dengan tuntutan kurikulum edisi 1999, diharuskan menggunakan pendekatan “Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Base Training) CBT.
g.             Hambatan Utama dalam Implementasi Kurikulum
Pelaksanaan Kurikulum SMK Edisi Tahun 1999 juga menghadapi beberapa kendala. Dalam penerapan kurikulum broad based terdapat kesulitan dalam menentukan materi program adaptif, untuk kelompok yang sejenis tetapi sangat berbeda bidang keahliannya. Misalnya, untuk kelompok teknologi industri, terdapat perbedaan karakteristik isi kurikulum antara bidang keahlian Teknik Bangunan dan Teknik Mesin. Hal ini perlu diperhatikan dalam penyajian program adaptif, yang seharusnya juga berbeda. Kendala berikutnya mungkin terjadi untuk program pendidikan dan pelatihan praktik industri, yang lamanya minimum 6 bulan kerja sesuai dengan jam industri. Perubahan waktu praktik industri dari 4 bulan menjadi 6 bulan ini perlu diantisipasi, baik dalam pengelolaannya di sekolah maupun ketersediaan tempat praktik dan koordinasinya pada dunia usaha/industri.

4.             Kurikulum SMK Edisi 2004
a.             Latar Belakang
·               Tantangan kehidupan di masa depan pada hakekatnya adalah tantangan terhadap kompetensi yang dimiliki manusia. Karena itu arah pengembangan kurikulum harus berbasis pada pengembangan potensi manusia yang beragam.
·               Perlu disadari bahwa manusia dilahirkan unik dengan segala keberagaman dan kecepatannya. Karena itu kurikulum sebagai acuan dan fasilitator penyelenggaraan pendidikan, sayogianya memberi peluang adanya kemerdekaan dan pemerataan dalam pendidikan.
·               Pendidikan menjadi bermakna apabila secara pragmatis dapat mendidik manusia bisa hidup sesuai zamannya.
·               Pendidikan harus dilihat sebagai wahana untuk membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan,  guna menjalani dan mengatasi masalah kehidupan pada hari esok maupun masa depan yang selalu berubah.
·               Pendidikan kejuruan perlu mengajar dan melatih peserta didik untuk menguasai kompetensi dan kemampuan lain yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan dan yang berguna sebagai modal untuk mengembangkan dirinya di kemudian hari.
b.             Tujuan Pendidikan
·               Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di DUDI sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya.
·               Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi dilingkungan kerja dam mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
·               Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
·               Membekali peserta didi dengan kompetensi-kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dipilih.
c.             Pengorganisasian Materi
Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/dunia usaha/asosiasi profesi, materi diklat dikemas dalam berbagai mata diklat yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi program normatif, adaptif dan produktif. Khusus untuk program produktif ada acuan baku yang dikenal dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
d.            Strategi Pembelajaran
Pembelajaran  kurikulum SMK 2004 berbasis kompetensi menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) untuk dapat menguasai sikap, pengetahuan dan keterampilan agar dapat bekerja sesuai dengan profesinya seperti yang dituntut suatu kompetensi. Untuk dapat belajar secara tuntas, dikembangkan prinsip pembelajaran  :
·               Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan pengalaman belajar bermakna), dikembangkan menjadi pembelajaran  berbasis produksi.
·               Individualized learning (pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu) dilaksanakan dengan sistem moduler.
e.             Teknik Evaluasi Hasil Belajar
Konsistensi dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SMK Edisi 2004, maka sistem penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi dan penilaian berbasis kelas dengan ciri sebagai berikut:
·               Menggunakan Penilaian Acuan Patokan (Criterion Reference Assessment)
·               Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk ”kompeten” dan ”belum kompeten” 
·               Penilaian dilaksanakan secara berkelanjutan
·               Selain itu untuk pengakuan terhadap kompetensi yang telah dikuasai oleh peserta diklat, perlu dikembangkan mekanisme pengakuan sebagai berikut:
·               Verifikasi terhadap hasil penilaian pihak internal SMK oleh pihak eksternal, agar apa yang telah dicapai peserta didik dapat diserfikasi oleh dunia kerja.
·               Recognition of Prior Learning (RPL) atau Recognition of Current Competency (RCC) untuk mendukung pelaksanaan sistem multi-entry/multi-exit.
f.              Proses Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran  dituangkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Pola penyelenggaraan pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG), multi-entry exit (MEME) dan pendidikan jarak jauh.
g.             Hambatan Utama dalam Implementasi Kurikulum
Dalam pelaksanaan kurikulum SMK Edisi 2004 mengalami beberapa hambatan misalnya :
·               Secara umum belum memandainya sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia, fasilitas belajar dan peralatan laboratorium banyak yang rusak/tidak layak dan tidak sesuai lagi dengan peralatan yang ada di dunia kerja.
·               Faktor kompetensi dan profesionalisme guru yang kurang memadai, sehingga kurikulum tidak bisa berjalan secara efektif.
·               Terdapatnya kesenjangan yang mencolok antara SMK yang ada di kota-kota besar dengan daerah, sehingga kita tidak bisa memacu pendidikan dengan cepat.


Daftar Pustaka

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977. Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan 1976, Buku I tentang  Ketentuan-ketentuan Pokok. Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984. Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan 1984, Buku I tentang  Ketentuan-ketentuan Pokok. Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Edisi 1999. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Djohar, Dr. Ashari. 2006. Persamaan dan Perbedaan Kurikulum Edisi 1999 – 2004. Materi perkuliahan Sekolah Pascasarjana UPI Bandung.
Soenaryo, Prof, Dr. dkk, 2002. Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.